Rehad 047. Kenikmatan Diatas Kenikmatan

Rehad (Renungan Hadits) 047
Kenikmatan Diatas Kenikmatan

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ لِأَهْلِ الْجَنَّةِ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ فَيَقُولُونَ لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ فِي يَدَيْكَ فَيَقُولُ هَلْ رَضِيتُمْ فَيَقُولُونَ وَمَا لَنَا لَا نَرْضَى يَا رَبِّ وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ فَيَقُولُ أَلَا أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ فَيَقُولُونَ يَا رَبِّ وَأَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ فَيَقُولُ أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا (رواه البخاري)
Dari Abu Sa'id Al Khudzri ra berkata, 'Nabi Saw bersabda: "Bahw Allah berfirman kepada penduduk surga, 'Wahai penduduk surga.' Mereka menjawab, 'Baik, kami penuhi panggilan-Mu, dan seluruh kebaikan berada di tangan-Mu Ya Allah. Allah meneruskan, 'Apakah kalian telah ridha (thd nikmat surga)? ' Mereka menjawab, 'Bagaimanakah kami tidak puas wahai Rabb, sedang telah Engkau beri kami sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada satu pun dari makhluk-Mu.' Allah kembali berfirman, 'Maukah Aku beri kalian suatu yang lebih baik dari itu semua? ' Mereka bertanya, 'Ya Rabb, apalagi yang lebih utama daripada ini semua? ' Allah menjawab, 'Sekarang Aku halalkan untuk kalian keridhaan-Ku, sehingga Aku tidak marah terhadap kalian selama-lamanya.' (HR. Bukhari)

Hikmah Hadits :
1. Kenikmatan surga merupakan kenikmatan yang akan Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang diridhai-Nya. Sebuah kenikmatan surga yang tidak pernah Allah berikan kepada siapapun di seluruh jagad raya, selain kepada orang2 yang bertakwa. Dalam riwayat lainnya disebutkan,Allah Swt berfirman, 'Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shaleh, kenikmatan (surga) yang belum pernah terlihat oleh mata, tiada pernah di dengar oleh telinga, bahkan tiada pernah terlintas dalam benak khayal manusia (HR. Bukhari).
2. Demikan tak terkiranya kenikmatan surga, hingga kelak para penghuni surga ketika ditanya oleh Allah Swt, apakah mereka ridha thd surga yg telah Allah berikan kpd mereka? Mereka menjawab, 'Bagaimanakah kami tidak puas wahai Rabb, sedang Engkau telah memberi kami sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada satu pun dari makhluk-Mu.' Sungguh merupakan gambaran kenikmatan yang sangat sangat besarnya.
3. Namun ternyata, dibalik kenikmatan materi yg tiada terkira di dalam surga, ada kenikmatan lain yang jauh melebihi besarnya kenikmatan materi, yaitu kenikmatan inmateri, sebagaimana digambarkan dalam hadits qudsy di atas, 'Maukah Aku beri kalian suatu yang lebih baik dari itu semua? ' Mereka bertanya, 'Ya Rabb, apalagi yang lebih utama daripada ini semua? ' Allah menjawab,'Sekarang Aku halalkan untuk kalian keridhaan-Ku, sehingga Aku tidak marah terhadap kalian selama-lamanya.' Itulah kenikmatan di atas segala kenikmatan, yaitu keridhaan paripurna dari Allah Swt, dan Allah tiada akan pernah marah dan murka thd mereka. Subhanallah... Mudah2an kita semua termasuk ke dalam golongan orang2 yang mendapatkan nikmat surga.... Amiiin Ya Rabbal Alamiin...

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

Rehad (Renungan Hadits) 045
Akibat Banyak Bersumpah Karena Dunia Dan Enggan Berbagi

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِم؛ْ رَجُلٌ حَلَفَ عَلَى سِلْعَةٍ لَقَدْ أَعْطَى بِهَا أَكْثَرَ مِمَّا أَعْطَى وَهُوَ كَاذِب،ٌ وَرَجُلٌ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ كَاذِبَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِم،ٍ وَرَجُلٌ مَنَعَ فَضْلَ مَاءٍ فَيَقُولُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْيَوْمَ أَمْنَعُكَ فَضْلِي كَمَا مَنَعْتَ فَضْلَ مَا لَمْ تَعْمَلْ يَدَاكَ (رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw bersabda: "Ada tiga golongan yang Allah tidak mengajak mereka bicara pada hari kiamat dan Allah juga tidak akan memandang mereka; (yaitu) 1. Seseorang yang bersumpah dalam dagangannya sehingga bisa diberi lebih banyak daripada biasanya, dan ia dusta dalam sumpahnya. 2. Seseorang yang melakukan sumpah dusta setelah 'ashar dengan ambisi bisa mendapatkan harta orang muslim lainnya. 3. Dan seseorang yang menahan kelebihan air (tidak berbagi), sehingga Allah pada hari kiamat berfirman 'Saya sekarang menahan kurnia-Ku sebagaimana engkau pernah menahan kelebihan air yang kedua tanganmu tidak bekerja karenanya." (HR. Bukhari)

Hikmah Hadits :
1. Hadits di atas menggambarkan adanya tiga amalan yang menyebabkan kemurkaan Allah Swt, sehingga Allah tiada sudi utk berbicara dan tdk sudi utk memandang mereka di hari kiamat. Oleh karena itu, ketiga perkara ini harus dihindari dan dijauhi sebisa mungkin, agar kita terhindar dari kemurkaan Allah Swt.
2. Ketiga perbuatan tsb adalah banyak bersumpah dengan nama Allah dalam bisnis, demi mendapatkan keuntungan duniawi. Umumnya hal ini dilakukan dalam rangka mendapatkan simpati dan kepercayaan dari mitra dagangnya dan atau berharap mendapatkan keuntungan berlipat. Kemudian yang kedua adalah melakukan bersumpah palsu, juga demi mendapatkan keuntungan duniawi dan atau merampas hak orang lain, seperti bersumpah bahwa suatu barang adalah miliknya, agar ia bisa menguasai barang tsb, sementara barang itu sebenarnya milik orang lain. Ia mengambilnya secara bathil, dengan bersumpah menggunakan nama Allah Swt.
3. Kemudian yang terakhir adalah seseorang yang tidak mau memberi dan tidak peduli pada sekitarnya, ia bakhil dan tidak mau berbagi pada orang dan masyarakat yang kekurangan di sekitarnya, seperti tidak mau berbagi air sementara ia memiliki kelebihan air yang melebih dari kebutuhannya. Maka kelak di Hari Kiamat, Allah pun enggan memberikan karunia-Nya kepadanya, na'udzubillahi min dzalik... Semoga Allah Swt hindarkan kita dari ketiga sifat tercela tersebut.

Wallahu A'lam bis shawab
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

Rehad 046. Ketika Allah Mencintai Hamba-Nya

Rehad (Renungan Hadits) 046
Ketika Allah Mencintai Hamba-Nya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي جِبْرِيلُ فِي السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ وَيُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي أَهْلِ الْأَرْضِ (رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah ra berkata, "Bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya Allah Swt jika mencintai seseorang, maka Allah akan memanggil Jibril, '(Wahai Jibril) Sesungguhnya Allah mencintai fulan maka cintailah dia, sehingga Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril memanggil seluruh penghuni langit seraya berseru, 'Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah dia, maka penghuni langit pun mencintainya, sehingga orang tersebut diterima oleh penduduk bumi." (HR. Bukhari)

Hikmah Hadits ;
1. Cinta adalah fitrah dan anugrah Allah Swt yang Allah berikan kepada setiap manusia. Maka setiap orang membutuhkan untuk saling mencintai dan juga untuk dicintai. Dan cinta yang hakiki dan yang paling mulia adalah mencintai dan dicintai oleh Yang Maha Memberikan Cinta, yaitu Allah Swt.
2. Bahwa orang yang dicintai Allah Swt adalah orang yang paling berbahagia, karena ia akan dimuliakan Allah Swt. Allah akan memberitahukan cinta-Nya pada hamba-Nya tersebut kepada malaikat Jibril. Bahkan Allah memanggil khusus malaikat Jibril, dan memberitahukan kepada malaikat Jibril, bahwa Allah mencintainya. Lalu Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk juga mencintai hamba-Nya tersebut, maka Malaikat Jibril pun mencintainya, sebagaimana Allah juga mencintainya.
3. Tidak terhenti sampai di situ saja kemuliaan yang akan diterimanya, bahkan Malaikat Jibril pun kemudian berseru kepada seluruh penduduk langit, bahwa Allah mencintainya, maka cintailah hamba tersebut sebagaimana Allah mencintainya. Sehingga ia pun mendapatkan sepenuh cinta dari seluruh penghuni langit, dan akhirnya juga ia dicintai dan diterima oleh seluruh penduduk bumi. Subhanallah.... Semoga kita semua termsuk ke dalam golongan orang2 yang mendapatkan cinta Allah Swt... Amiiin.

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

;;