Rehad (Renungan Hadits) 50
Amalan Sederhana Yang Dapat Mengantarkan Ke Surga

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ أَعْمَلُهُ يُدْنِينِي مِنْ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِي مِنْ النَّارِ، قَالَ تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ ذَا رَحِمِكَ، فَلَمَّا أَدْبَرَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أُمِرَ بِهِ دَخَلَ الْجَنَّة (رواه مسلم)
Dari Abu Ayyub ra berkata, "Bahwa ada seorang laki-laki mendatangi Nabi Saw seraya bertanya, 'Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat mendekatkanku ke surga dan menjauhkanku dari api neraka? ' Beliau menjawab: 'Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun juga, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan menyambung silaturrahim." Ketika dia pergi, Rasulullah Saw bersabda: "Jika dia berpegang teguh drngan hal tersebut, maka dia akan masuk surga'. (HR. Muslim, hadits no 15)

Hikmah Hadits :
1. Pentingnya menjaga spirit untuk senantiasa mencintai akhirat, karena di sanalah kampung halaman kita yang sebenarnya, dan kelak kita semua akan "mudik" kembali ke sana. Oleh karenanya, segala persiapan perlu dilakukan, termasuk diantaranya memperbanyak amalan yang dapat menyelamatkan kita dari api neraka dan memasukkan kita ke surga, sebagaimana yg ditanyakan oleh sahabat Nabi Saw dalam hadits di atas.
2. Bahwa sesungguhnya jika seorang muslim menjaga untuk senantiasa berpegang teguh (baca ; istiqamah) untuk melakukan amalan2 dasar dalam Islam, spt tidak menyekutukan Allah, mengerjakan shalat, puasa dan membayar zakat, ditambah juga dengan tetap menyambung tali silaturrahim, maka ternyata hal tersebut dapat mengantarkannya masuk ke dalam surga.
3. Oleh karenanya, hendaknya kita berusaha menjaga amaliyah dasar kita dalam menjalani hidup ini, minimal dgn selalu mentauhidkan Allah dan tidak menyekutukan-Nya dgn sesuatu apapun juga, selalu menjaga shalat dalam segala kondisi dan situasi, melaksanakan puasa, membayat zakat dan senantiasa menjaga silaturrahim. Krn hal-hal tersebut adalah tiket untuk dapat srlamat dari neraka dan masuk ke dalam surga. Dan mudah2an, kita srmua termasuk dalam golongan yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga... Amiiin Ya Rabbal Alamiin..

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

Rehad (Renungan Hadits) 49
Besarnya Dosa Berdusta Atas Nama Nabi Saw

عن عَلِيُّ بْنُ رَبِيعَةَ قَالَ أَتَيْتُ الْمَسْجِدَ وَالْمُغِيرَةُ أَمِيرُ الْكُوفَةِ قَالَ فَقَالَ الْمُغِيرَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ  (رواه مسلم)
Dari Ali bin Rabi'ah dia berkata, "Aku mendatangi sebuah masjid sedangkan pada saat itu al-Mughirah (bin Syu'bah) menjadi gubernur Kufah. "Lalu al-Mughirah berkata, 'Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta atas nama seseorang, barangsiapa berdusta atas namaku secara sengaja maka berarti dia menempati tempat duduknya dari api neraka." (HR. Muslim, hadits no 5)

Hikmah Hadits :
1. Keutamaan sahabat Nabi Saw Al-Mughirah bin Syu'bah ra, dimana dahulu beliau termasuk sahabat yg sangat besar kecintaannya kepada Nabi Saw. Ditiwayatkan bahwa beliau adalah sahabat yg memukul tangan Urwah bin Mas'ud At-Tsaqafi, yang berusaha untuk memegang jenggot Nabi SAW, pada peristiwa perjanjian Hudaibiyah. Kemudian juga, ketika Al-Mughirah menjadi Gubernur di Kufah, beliau tetap tidak meninggalkan kewajibannya utk menyampaikan dan meriwayatkan hadits kepada masyarakat. Hal ini sekaligus menunjukkan pentingnya orang shaleh dan bertakwa menjabat di jabatan publik, seperti menjadi gubernur agar kemaslahatan umat dapat terjaga dan terpelihara dengan baik.
2. Besarnya dosa berdusta atas nama Nabi Saw, yaitu bahwa orang yg berdusta atas nama Nabi Saw berarti ia telah menyiapkan tempat duduknya di dalam dahsyatnya kobaran api neraka. Dan diantara bentuk berdusta atas nama Nabi Saw adalah dengan mengatakan sesuatu (ungkapan) yang bukan hadits, sebagai hadits. Atau meyakini ungkapan yang belum jelas sebagai hadits dari Nabi Saw. Krn ternyata banyak sekali ungkapan2 di masyarakat yg sebenarnya bukan hadits, seperti ungkapan berikut :
من عرف نفسه فقد عرف ربه
Siapa yg mengenal dirinya, maka berarti ia telah mengenal Tuhannya.
Ungkapan di atas sesungguhnya bukanlah hadits, melainkan ungkapan ulama saja, yaitu ungkapan Abu Sa'id AlKhurazy. Namun betapa banyaknya para asatidz di mimbar2 masjid mengatakan bahwa ungkapan tsb adalah hadits.
3. Maka oleh karenanya hendaknya kita harus berhati2 dalam menyampaikan satu ungkapan, agar jangan sampai kita mengatakan sesuatu yg bukan hadits sebagai hadits. Krn dosanya demikian besarnya yang akan menjadikan pelakunya masuk ke dalam kobaran api neraka.

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

Rehad (Renungan Hadits) 48
Diantara Dosa Yang Paling Dimurkai Allah Swt

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ قَالَ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قُلْتُ إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيمٌ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ تَخَافُ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ (رواه البخاري)
Dari Ibnu Mas'ud ra berkata, "Aku bertanya kepada Nabi Saw, 'Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?" Maka Nabi Saw menjawab, "Engkau menjadikan tandingan (syirik) untuk Allah, padahal Dia lah yang menciptakanmu." Aku lalu berkata, 'Jika demikian berarti itu memang perkara besar!" kemudian aku bertanya lagi, 'Lalu apa lagi? ' Nabi Saw menjawab: "Engkau membunuh anakmu karena kamu khawatir ia akan makan bersamamu." Kemudian saya bertanya, "Lantas apa lagi?" Nabi menjawab: "Engkau berzina dengan isteri tetanggamu." (HR. Bukhari)

Hikmah Hadits ;
1. Syirik merupakan dosa terberat dan terbesar yang pelakunya tidak akan pernah mendapatkan ampunan dari Allah Swt. Dan diantara salah satu bentuk kemusyrikan adalah meyakini ada yang dapat memberikan keselamatan, rezeki, keberuntungan, kesembuhan, kebahagiaan, selain dari Allah Swt. Maka orang yang menyekutukan Allah Swt, kelak akan kekal di dalam kobaran siksa api neraka.
2. Termasuk dosa besar di sisi Allah Swt adalah membunuh anak, yang disebabkan karena khawatir jatuh miskin. Sebab, setiap manusia atau bahkan setiap makhluk bernyawa yang hidup di dunia ini, telah Allah tentukan dan Allah berikan rizkinya. Oleh karenanya, kita tidak perlu khawatir karenanya. Dan membunuh anak (baik ketika masih berada dalam kandungan/ janin atau ketika sdh lahir), adalah termasuk dosa besar yang menjadikan pelakunya akan mendapatkan kemurkaan Allah Swt.
3. Dosa besar lainnya yang juga sangat dimurkai Allah Swt adalah berzina dengan istri tetangganya sendiri. Berzina dengan orang lain yang bukan tetangga saja, sdh demikian besar dosanya, dimana secara hukum pelakunya dapat dirajam sampai meninggal dunia (jika sdh menikah), atau mendapatkan 100 kali cambukan (jika belum menikah). Namun ternyata berzina dgn istri tetangga jauh lebih keji, karena tentu menyebabkan kerusakan moral besar di masyarakat. Semoga Allah hindarkan kita semua dari ketiga dosa besar ini, serta semoga kita semua masuk dalam golongan orang2 yg bertakwa.

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

;;