Rehad 070. Mewaspadai Fitnah Seperti Gelapnya Malam Yang Mencekam
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 21.15Label: Rehad
Rehad 069. Harta Haram Yang Menjadi Penghalang
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 17.54Rehad (Renungan Hadits) 69
Harta Haram Yang Menjadi Penghalang
عن بْن عَبَّاسٍ رضي الله عنه قَالَ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ خَيْبَرَ أَقْبَلَ نَفَرٌ مِنْ صَحَابَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم،َ فَقَالُوا فُلَانٌ شَهِيدٌ فُلَانٌ شَهِيد،ٌ حَتَّى مَرُّوا عَلَى رَجُلٍ فَقَالُوا فُلَانٌ شَهِيد،ٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلَّا إِنِّي رَأَيْتُهُ فِي النَّارِ فِي بُرْدَةٍ غَلَّهَا أَوْ عَبَاءَةٍ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ اذْهَبْ فَنَادِ فِي النَّاسِ أَنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا الْمُؤْمِنُون (رواه مسلم)
Dari Abdullah bin Abbas ra berkata, bahwa Umar bin al-Khaththab ra menceritakan kepada kami, "Ketika terjadi perang Khaibar, sejumlah sahabat datang menghadap Nabi Saw seraya berkata, 'Fulan mati syahid, fulan mati syahid', hingga mereka melewati seorang laki-laki lalu berkata, 'fulan mati syahid.' Maka Rasulullah Saw bersabda: "Tidak demikian, sesungguhnya aku melihatnya di neraka dalam pakaian yang dia ambil (sebelum dibagi).' Kemudian Rasulullah Saw bersabda lagi: 'Wahai Ibnu al-Khaththab, pergi dan serukanlah kepada manusia bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang beriman.' (HR. Muslim, hadits no 165)
Hikmah Hadits :
1. Bahwa surga adalah diperuntukkan khusus bagi orang-orang yang beriman, yang benar2 beriman dan melaksanakan konsekwensi keimanannya dengan baik dan benar. Adapun orang yang tidak beriman, maka selamanya ia tidak akan pernah menginjakkan kakinya sedikitpun ke dalam surga, kendatipun baiknya ia terhadap orang lain. Atau bahkan juga ternyata bahwa orang yang beriman namun ia tidak melaksanakan konsekwensi keimanannya, bisa jadi ia juga akan diharamkan dari surga, na'udzubillahi min dzalik.
2. Hal ini sebagaimana kisah dalam riwayat hadits di atas tentang seseorang yang meninggal dunia dalam perang Khaibar, ketika berjuang dan berjihad di jalan Allah Swt. Dan tentu, para sahabat lainnya segera berasumsi bahwa ia meninggal dalam kondisi syahid dan akan masuk ke dalan surga. Sehingga sontak saja mereka berteriak memberitahukan sahabat lainnya bahwa si fulan syahid. Namun ternyata, ketika diberitahukan kepada Nabi Saw perihal gugurnya orang tersebut, beliau mengatakannya, bahwa orang tersebut masuk ke dalam neraka. Dan alangkah terkejutnya para sahabat mendengar sabda Nabi Saw tersebut, karena bagaimana mungkin orang yang meninggal berjuang di jalan Allah, ia masuk neraka.
3. Dan ternyata, yang menjadi penyebab orang tersebut masuk neraka adalah, karena ia mengambil sesuatu (dalam hadits di atas disebutkan baju atau mantel ; aba'ah), dari harta ghanimah yang belum dibagi2kan oleh Nabi Saw, lalu baju tersebut ia gunakan untuk perang, dan ia meninggal dalam kondisi memakai pakaian yang haram. Padahal, sekiranya ia sedikit bersabar, mungkin ia akan mendapatkan bagian ghanimah yang jauh lebih berharga dari sekedar pakaian saja. Maka oleh karenanya, hendaknya setiap kita berusaha untuk selalu berhati-hati khususnya terkait dengan masalah harta. Agar jangan sampai karena kekurang hati-hatian dalam masalah harta, kelak menjadi penyebab terhalangnya masuk ke dalam surga, kendatipun tengah berjuang dan berda'wah di jalan Allah Swt. Semoga kita semua terhindar dari hal tersebut, dan termasuk ke dalam golongan orang2 yang layak masuk ke dalam surga-Nya... Amiin ya Rabbal Alamiin.
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
Rehad 068. Tiga Perkara Yang Sangat Dimurkai Allah Swt
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 17.53Rehad (Renungan Hadits) 68
Tiga Perkara Yang Sangat Dimurkai Allah Swt
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ (قَالَ أَبُو مُعَاوِيَة)َ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ، شَيْخٌ زَان،ٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Ada tiga golongan yang Allah tidak akan mengajak mereka berbicara pada hari kiamat, Allah tidak akan mensucikan mereka." (Abu Mu'awiyah menyebutkan), "Dan Allah tidak akan memandang mereka. Dan mereka mendapatkan siksa yang pedih. (Yaitu) orang tua yang berbuat zina, pemimpin yang pendusta, dan orang miskin yang sombong." (HR. Muslim, hadits no 156)
Hikmah Hadits ;
1. Ada tiga golongan yang sangat ekstrim dan sangat melampaui batas dalam berbuat kedzaliman dan kemaksiatan kepada Allah Swt, yang oleh karenanya Allah sangat murka kepada mereka, sehingga kelak di akhirat Allah tiada sudi untuk berbicara kepada mereka, tiada sudi untuk memandang wajah mereka, Allah pun tidak akan mensucikan mereka, dan justru mereka akan mendapatkan adzab dalam kobaran api neraka. Ketiga golongan tersebut adalah ;
#1. Orang tua yang selalu berbuat zina. Yaitu orang yang usianya sudah cukup tua, yang seharusnya semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt, karena tentu logika umum dan sederhananya, seharusnya semakin bertambah usia, akan semakin mendekatkannya pada kematiannya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, hidupnya bergelimang dengan maksiat dan dosa, yaitu kerap perbuatan zina di hari tua. Maka tentulah Allah Swt sangat murka, hingga kelak ia akan dinistakan dan dibakar dalam api neraka yang menyala-nyala.
#2. Penguasa yang selalu berdusta. Yaitu sesorang yang telah diberi amanah untuk memimpin rakyatnya, untuk mencukupi kebutuhan dan keperluan mereka, serta diberi amanah untuk melindungi rakyatnya dari kedzaliman dan aniaya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, ia "jual" rakyatnya untuk kepnetingan diri dan kroninya, ia biarkan "musuh" menyelinap masuk ke dalam jantung urat nadi rakyatnya untuk menguasai aset dan kekayaan mereka, maka kemudian ia kerap berdusta, untuk menutupi kebohongannya, dengan gaya pencitraannya. Maka pemimpin seperti ini kelak akan menjadi penghuni neraka.
#3. Orang miskin yang sombong. Karena kesombongan adalah perbuatan yang sangat tercela dan terhina, walaupun dilakukan oleh orang kaya dan punya kuasa. Iblis saja menjadi makhluk terkutuk dan mendapat murka, lantaran sombong tidak taat terhadap perintah dari Yang Maha Kuasa. Apatah lagi jika kesombongan lahir dari seorang miskin yang papa, yang tiada ada baginya untuk menjadi alasan keaombongannya. Maka tentulah kesombongannya menjadi sangat terhina, karena tiada ia punya alasan untuk merasa bangga. Maka tempat kembalinya kelak di akhirat adalah neraka.
2. Maka, sebagai hamba yang lemah yang tiada daya dan penuh dengan alpa, hendaknya kita selalu berusaha sekuat tenaga, agar tiada mendapatkan murka, dari Yang Maha Kuasa. Dengan menghindarkan diri dari ketiga perkara yang sangat hina, sebagaimana digambarkan di atas dalam hadits oleh Nabi Kita Muhammad Saw Al-Mushtafa...
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
