Rehad 118. Ketika Bahtera Berlayar Membelah Samudra Dengan Tujuan Yang Berbeda
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 03.31Rehad (Renungan Hadits) 118
Ketika Bahtera Berlayar Membelah Samudra Dengan Tujuan Yang Berbeda
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Janganlah seorang mu'min (suami) membenci istrinya wanita mu'minah, karena jika dia membenci salah satu perangainya, maka niscaya dia akan ridha dengan perangainya yang lain." (HR. Muslim, hadits no 2672)
Hikmah Hadits ;
1. Bahwa pondasi dasar dalam berumah tangga adalah iman kepada Allah Swt dalam rangka untuk merealisasikan ibadah kepada-Nya. Oleh karenanya segala sikap perbuatan dan kebiasaan dalam rumah tangga, haruslah dibangun sekaligus mencerminkan nilai-nilai keimanan kepada Allah Swt.
2. Maka konsekwensinya; bahwa kacamata dalam memandang pasangan hidup adalah berangkat dari nilai iman, yaitu diantaranya meningkatkan ibadah dan amal shaleh dalan rumah tangga, dan jangan melihat hanya satu sisi kekurangannya saja. Terlebih jika kekurangannya tersebut berpotensi menjadi akar permasalahan yang lebih besar dan menjadi konflik berkepanjangan. Karena tiada seorang manusia pun di muka bumi yang sempurna dalam segalanya, dan semua pasti memiliki kekurangan dan kealpaan. Lagi pula, bisa jadi jika di satu sisi ia memiliki satu kekurangan yang tidak disukainya, maka insya Allah di sisi lainnya Allah memberikannya kelebihan yang bisa jadi dapat meridhakan hatinya.
3. Kecuali apabila sesuatu yang tidak disukainya adalah prinsip dasar dalam ber-Islam, seperti meninggalkan kewajiban dasar sebagai seorang muslim/ah, melakukan perbuatan maksiat berat, tidak memenuhi kewajiban (baik sebagai suami maupun sebagai istri), ingkar kepada Allah Swt dan Hari Akhir, atau bahkan juga melakukan perbuatan syrik dengan menyekutukan Allah Swt, maka jika demikian adanya, tentu masalahnya akan menjadi berbeda. Karena tidak mungkin sebuah bahtera, berlayar membelah samudra dengan tujuan dasar yang berbeda.
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
Rehad 117. Berbuat Ihsan Terhadap Kaum Hawa
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 04.32Renungan Hadits 117
Berbuat Ihsan Terhadap Kaum Hawa
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَإِذَا شَهِدَ أَمْرًا فَلْيَتَكَلَّمْ بِخَيْرٍ أَوْ لِيَسْكُت،ْ وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاه،ُ إِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَه،ُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Saw beliau bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, kemudian dia menyaksikan suatu peristiwa, maka hendaklah dia berbicara yang baik atau hendaklah ia diam. Dan aku berwasiat untuk berbuat baik kepada wanita. Karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Jika kamu memaksa untuk meluruskannya, niscaya akan patah, namun jika kamu membiarkannya, dia akan senantiasa bengkok. Maka aku berwasiat untuk berbuat baik terhadap kaum wanita." (HR. Muslim, hadits no. 2671)
Hikmah Hadits ;
1. Diantara konsekwensi iman kepada Allah Swt adalah bertutur-tutur kata yang baik, benar, sopan dan santun. Karena setiap diri manusia, antara lisan dan hatinya adalah selalu tersambung. Tutur kata adalah gambaran dari isi hati seseorang, jika baik hatinya maka akan baik pula tutur katanya, dan sebaliknya jika busuk dan kotor hatinya, maka akan busuk dan kotor pula tutur katanya dan ucapannya.
2. Berbuat baik terhadap wanita, merupakan salah satu wasiat Rasulullah Saw kepada umatnya. Karena wanita diciptakan atau diperumpamakan dengan tulang rusuk. Dan sifat dari tulang rusuk adalah bengkok, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pada bagian paling atasnya. Ini merupakan gambaran dan sifat umum dari wanita, bahwa setiap wanita pasti memiliki sifat bengkok pada dirinya. Bisa jadi ia bengkok karena kekayaannya, kecantikannya, kedudukannya, dsb. Maka kepada kaum Adam, Nabi Saw berwasiat agar "pandai-pandai" bersikap terhadap kaum wanita, yaitu berusaha untuk meluruskan "kebengkokan" yang ada pada wanita dengan cara yang baik dan bijak. Jangan selalu diikuti, karena akan membuatnya semakin bengkok, namun jangan juga terlalu keras sehingga mematahkannya. Dan mematahkannya adalah menceraikannya (sebagaimana disebutkan dalam riwayat lainnya). Namun yang juga perlu digaris bawahi dari wasiat Nabi Saw dalam hadits di atas adalah meluruskan wanita dari "kebengkokannya" wanita dari sisi agama.
3. Bahkan dalam hadits lainnya diriwayatkan, dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah Saw bersabda: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang mu'min yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik (akhlaknya) terhadap para istrinya." (HR. Tirmidzi, hadits no. 1082).
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
Rehad 116. Tiga Hal Dalam Muamalah Yang Sangat Dibenci Allah Swt
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 04.31Rehad (Renungan Hadits) 116
Tiga Hal Dalam Muamalah Yang Sangat Dibenci Allah Swt
عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ، رَجُلٌ كَانَ لَهُ فَضْلُ مَاءٍ بِالطَّرِيقِ فَمَنَعَهُ مِنْ ابْنِ السَّبِيل،ِ وَرَجُلٌ بَايَعَ إِمَامًا لَا يُبَايِعُهُ إِلَّا لِدُنْيَا، فَإِنْ أَعْطَاهُ مِنْهَا رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطِهِ مِنْهَا سَخِطَ، وَرَجُلٌ أَقَامَ سِلْعَتَهُ بَعْدَ الْعَصْرِ فَقَالَ وَاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ لَقَدْ أَعْطَيْتُ بِهَا كَذَا وَكَذَا، فَصَدَّقَهُ رَجُلٌ ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ { إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا } (رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Ada tiga jenis orang yang Allah Ta'ala tidak akan melihat mereka pada hari qiyamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka disediakan siksa yang pedih. (Yaitu) #1. Orang yang memiliki kelebihan air di jalan lalu dia tidak memberikannya kepada musafir, #2. Seseorang yang membai'at imam dan dia tidak membai'atnya kecuali karena kepentingan-kepentingan duniawi, kalau dia diberikan dunia dia ridho kepadanya dan bila tidak dia marah, #3. Dan seorang yang menjual dagangannya setelah 'Ashar lalu dia bersumpah; demi Allah Dzat yang tidak ada Ilah selain Dia sungguh aku telah memberikan (shadaqah) ini dan itu lalu sumpahnya itu dibenarkan oleh seseorang". Kemudian Beliau membaca ayat ini: artinya ("Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit…"). (HR. Bukhari, hadits no 2186)
Hikmah Hadits ;
Ada 3 perkara yang sangat dibenci oleh Allah Swt, hingga bahkan kelak di akhirat, Allah Swt tiada sudi memandang dan mensucikan mereka, serta meraka akan mendapatkan adzab yang sangat pedih, yaitu;
#1. Orang yang tidak mau berbagi kepada orang lain yang membutuhkan, khususnya (dalam konteks hadits di atas adalah) tidak mau berbagi air kepada musafir, padahal ia memiliki kelebihan air. Konteks hadits ini sebenarnya umum, mencakup tidak mau berbagi pada berbagai hal dalam kehidupan sosial. Karena diantara ciri orang yang beriman adalah rela berbagi pada orang lain yg membutuhkannya. Tidak mau berbagi berarti seperti tidak memiliki rasa iman kepada Allah Swt.
#2. Mendukung, mengusung atau membai'at seseorang sebagai pemimpin, dengan motivasi duniawi. Jika ia mendapatkan benefit duniawi seperti jabatan, proyek, uang dsb, maka ia akan mendukung dan membai'atnya. Namun jika ia tidak mendapatkan materi atau jabatan tertentu, maka ia meninggalkannya bahkan memusuhinya. Di zaman ini banyak terjadi, orang yg terkadang disebut sebagai ulama, ternyata justru mendukung dan mengusung non muslim sebagai calon pemimpin. Bahkan terkadang mereka membawa calon pemimpin tsb masuk ke dalam masjid yang suci, berbicara di mimbar dan menyuruh umat untuk cium tangan kepadanya. Semua dilakukan hanya karena dunia dan jabatan semata, na'udzubillah min dzalik.
#3. Orang yang bersumpah dengan nama Allah swt untuk mendapatkan keuntungan dunia. Seperti sumpah dalam bisnis, sumpah dalam kerjasama, sumpah dalam segala hal yang mendatangkan benefit duniawi. Maka mereka ini adalah sebagaimana yg digambarkan dalam Al-Qur'an ; "Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. (QS. 3 : 77)."
Semoga kita semua terhindar dari adzab dan kemurkaan Allah Swt, serta senantiasa selalu berada dalam rahmat dan keridhaan-Nya... Amiin Ya Rabbal Alamiin.
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag.
Label: Rehad
