Rehad 204. Ketika Mimpi Buruk Menyertai Di Malam Hari
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 22.46Rehad (Renungan Hadits) 204
Ketika Mimpi Buruk Menyertai Di Malam Hari
عن أَبَي قَتَادَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرُّؤْيَا مِنْ اللَّهِ وَالْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ فَقَالَ إِنْ كُنْتُ لَأَرَى الرُّؤْيَا أَثْقَلَ عَلَيَّ مِنْ جَبَلٍ فَمَا هُوَ إِلَّا أَنْ سَمِعْتُ بِهَذَا الْحَدِيثِ فَمَا أُبَالِيهَا (رواه مسلم)
Dari Abu Qatadah ra berkata, Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Mimpi yang baik adalah datang dari Allah Swt, dan mimpi yang buruk adalah datang dari syaitan. Maka apabila kamu bermimpi buruk, meludahlah ke kiri tiga kali, kemudian berlindunglah kepada Allah dari bahaya kejahatannya, niscaya (mimpi tsb) tidak akan membahayakan." Abu Qatadah berkata; 'Jika Aku bermimpi buruk seperti lebih berat dari memikul gunung, maka aku tidak peduli dengannya setelah aku mendengar Hadits ini.' (HR. Muslim, hadits no 4196)
Hikmah Hadits ;
1. Bahwa dalan tidur terkadang kita bermimpi ada sesuatu yang buruk terjadi menimpa diri ataupun menimpa orang2 yang kita sayangi; bisa berupa musibah, bencana, malapetaka, atau hal lainnya yang sangat tidak kita senangi. Maka bila hal tersebut terjadi, ada beberapa anjuran Nabi Saw yang perlu kita lakukan, yaitu ;
#1. Berta'awudz atau meminta perlindungan kepada Allah Swt dari godaan dan gangguan syaitan. Karena sebagaimana hadits di atas, bahwa mimpi buruk itu berasal dari syaitan. Ta'awudz dilakukan minimal dengan membaca 'A'udzubillahi minas syaitanirrajiim'. Lebih baik lagi jika membaca surat yg disebut 'almu'awwidzatain', yaitu surat Al-Falaq dan An-Nas.
#2. Dianjurkan juga untuk bangun (duduk) lalu menoleh ke kiri, kemudian meludah ke sebelah kiri tersebut 3X. Meludah tidak harus dilakukan dgn membuang ludah secara hakiki, namun cukup dengan isyarat seperti membuang ludah tanpa harus mengeluarkan air ludahnya. Karena umumnya mimpi buruk selalu datang dari sebelah kiri, dimana dari sisi kiri lah syaitan kerap datang menggoda dan mengganggu kita. Dan dengan ta'awudz yg diiringi isyarat meludah ke sebelah kiri 3X insya Allah akan mengusir dan menghilangkan gangguan syaitan.
#3. Tidak perlu takut, khawatir atau cemas terhadap "apapun" yang kita dapatkan dalam mimpi. Seperti mimpi mengalami musibah, kecelakaan, kehilangan anggota keluarga, dsb. Karena sesungguhnya sedikitpun mimpi buruk dari syaitan tidak akan pernah bisa memberikan kemudharatan apapun kepada kita. Karena segala sesuatu terjadi adalah karena kehendak Allah Swt dan bukan karena mimpi.
#4. Tidak menceritakan mimpi buruk yg kita alami kepada siapapun. Karena dalam riwayat lainnnya disebutkan bahwa Nabi Saw melarang kita untuk menceritakan mimpi buruk yg kita alami. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda "...Dan jangan menceritakan mimpi itu kepada siapapun. Dan jika dia bermimpi baik maka bergembiralah dan jangan menceritakannya kecuali kepada orang yang dikasihi." (HR. Muslim, hadits no 4197)
2. Bahwa tidur adalah ibadah, jika diniatkan untuk ibadah. Maka jika hendak tidur ada anjuran untuk membaca doa sebelum tidur, menghadap (miring) ke sebelah kanan dan memasrahkan diri hanya kepada Allah Swt. Dengan mrlakukan hal tersebut maka setiap detik yg dilalui dalam tidurnya, insya Allah akan bernilai ibadah oleh Allah Swt.
Wallahu Alam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
Rehad 203. Larangan Berbisik Berdua Ketika Sedang Duduk Bertiga
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 22.44Rehad (Renungan Hadits) 203
Larangan Berbisik Berdua Ketika Sedang Duduk Bertiga
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً فَلَا يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ صَاحِبِهِمَا فَإِنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ (رواه مسلم)
Dari 'Abdullah ra berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Apabila kamu bertiga, maka janganlah yang dua orang berbisik tanpa yang ketiga, Karena hal itu dapat menyinggung perasaannya." (HR. Muslim, hadits no 4054)
Hikmah Hadits ;
1. Hadits di atas secara sanadnya ketika menyebut nama sahabat, hanya menyebut nama "Abdullah" saja. Padahal ada sekitar 300 nama Abdullah di kalangan sahabat. Lantas siapakah Abdullah yg dimaksud dalam sanad hadits khususnya ketika hanya disebut Abdullah saja? Uama hadits menyebutkan bahwa bila dalam periwayatan hadits disebutkan nama Abdullah (saja), maka yang dimaksud adalah Abdullah bin Mas'ud. Beliau bernama lengkap Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil al-Hudzali. Julukannya “Abu Abdirahman”. Beliau merupakan sahabat ke enam yang paling dahulu masuk islam. Hijrah ke Habasyah dua kali, dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Saw. Dalam perang Badar, beliaulah yang berhasil membunuh Abu Jahal, musuh Islam yang paling lantang dalam perang Badar.
2. Hadits di atas menggambarkan bahwa ada adab dan etika dalam sunnah yang harus dilakukan antara sesama muslim, khususnya sunnah majelis ketika sedang duduk bertigaan (atau lebih), baik bersama saudara, teman, sahabat atau orang lainnya, baik saat membicarakan suatu urusan penting, atau sekedar berbincang2 dan ngobrol santai saja. Adab dan etika tersebut adalah keharusan saling menghargai antara sesama yg sedang berbincang2, baik berketiga atau lebih, dan tidak boleh hanya memperhatikan yg satu dan di saat bersamaan mengabaikan yg lainnya. Karena kesemuanya memiliki hak yang sama dan setara, sehingga tidak boleh mengkhususkan yang satu dan mengabaikan yang lainnnya. Maka oleh karenanya Nabi Saw melarang saling berbisik berduaan, dengan mengacuhkan orang lainnya dalam majelis tersebut. Supaya rajutan ukhuwah tidak ternoda dan tetap terjaga dengan baik.
3. Larangan ini dimaksudkan untuk saling menjaga perasaan antara ketiganya (atau lebih), tidak saling menyinggung, dan menselaraskan keharmonian ukhuwah Islamiah yang telah terajut dengan apik. Jangan sampai, ada anggota majlis yang kemudian tersakiti perasaannya akibat merasa diabaikan, atau bahkan merasa sedang dibicarakan atau ditertawakan oleh yg sedang berbisik2 tersebut. Namun hendaknya ketiganya atau kesemuanya saling hangat, terbuka dan menyayangi saudaranya dengan tulus dan ikhlas, sehingga semuanya merasa bahagia dan tentram serta tenang atas kehadiran saudaranya dalam majelis tersebut. Subhanallah.... begitu halusnya dan betapa indahnya akhlak, adab dan etika dalam Islam untuk membingkai ikatan ukhuwah antara sesamanya. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang2 yang selalu menjaga adab, etika dan akhlak dalam ukhuwah, dalam bingkai keridhaan Allah Swt.
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
Rehad 202. Dan Agar Setiap Laki-Laki dan Wanita Terhindar Dari Fitnah
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 22.43Rehad (Renungan Hadits) 202
Dan Agar Setiap Laki2 Dan Wanita Terhindar Dari Fitnah
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاء،ِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْو؟َ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْت (رواه مسلم)
Dari 'Uqbah bin 'Amir ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Janganlah kalian masuk ke dalam tempat-tempat wanita". Lalu seorang sahabat Anshar bertanya; 'Wahai, Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang Al-Hamwu, (saudara suami)?' Maka Rasulullah Saw bersabda, 'Al-Hamwu (saudara suami) adalah kematian.' (HR. Muslim hadits no. 4037)
Hikmah Hadits ;
1. Bahwa hukum asal antara laki2 dengan perempuan adalah haram, maka tidak boleh antara laki-laki dengan perempuan yg bukan mahramnya untuk saling bersentuhan, berjabat tangan, berduaan, dsb. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Nabi Saw tidak pernah menyentuh tangan wanita yang bukan muhrimnya seumur hidup beliau. (HR. Muslim). Bahkan ada juga riwayat yg menyebutkan bahwa kepala seseorang ditusuk dengan paku besi adalah lebih baik baginya daripada menyentuh tangan wanita yg bukan muhrimnya.
2. Maka oleh karenanya, Nabi Saw melarang setiap laki2 muslim masuk ke tempat2 wanita yg bukan mahramnya. Dalam riwayat lainnya disebutkan, bahwa Nabi Saw bersabda "Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersamanya ada muhramnya. (HR. Muslim, no 2391). Karena jika seorang laki2 berduaan dengan seorang wanita, maka keduanya tidak akan bisa menahan 'hasrat' yg terdapat dalam hatinya. Sebab diciptakannya laki2 dan perempuan, keduanya sama2 memiliki fitrah saling menyukai dan mencintai. Dan keduanya lemah untuk menahan diri bila berada dalam tempat yg tersembunyi.
3. Ada sahabat yg kemudian bertanya kepada Nabi Saw tentang al-hamwu (saudara laki2 suami/ipar), yg terkadang menurut kebiasaan ikut tinggal bersama saudaranya. Dan ia sangat leluasa sekali keluar masuk rumah suadaranya, sementara istri saudaranya tentu selalu ada di rumah? Maka Nabi Saw bersabda, bahwa saudara suami/ipar adalah "kematian". Artinya larangan bagi saudara ipar masuk ke tempat istri saudaranya sangat ditekankan. Karena tingkat "bahayanya" lebih besar; ia bisa keluar masuk rumah saudaranya sekehendak hatinya tanpa ada orang lain yg curiga. Berbeda jika orang lain, yg tentu membuat banyak orang curiga. Maka oleh karenanya penekanan dilarangnya saudara ipar masuk ke rumah istri dari saudaranya lebih kuat, yg bahkam diibaratkan seperti "kematian". Sebab, jika syaitan menjerumuskannya, maka semuanya bisa hancur berantakan, ibarat kematian yg memusnahkan segala asa kehidupan. Suami istri bisa bercerai, antara saudara kandung bisa bertikai dan antara keluarga besar bisa saling bantai. Na'udzubillahi min dzalik.
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
