Rehad 158. Da'wah Itu Mempermudah, Menentramkan dan Menyejukkan Hati
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 06.26Rehad (Renungan Hadits) 158
Da'wah Itu Mempermudah, Menentramkan dan Menyejukkan Hati
عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَعَثَ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِهِ فِي بَعْضِ أَمْرِهِ قَالَ بَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا وَيَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا (رواه مسلم)
Dari Abu Musa dia berkata, "Apabila Rasulullah Saw mengutus seseorang dari kalangan sahabatnya untuk melaksanakan suatu urusan, beliau berpesan, "Berilah mereka kabar gembira dan janganlah menakut-nakuti mereka. Mudahkan urusan mereka dan janganlah kamu mempersulit." (HR. Muslim, hadits no. 3262)
Hikmah Hadits ;
1. Bahwa Islam merupakan agama yg rahmatan lil alamin, yaitu menjadi rahmat bagi semesta alam. Kehadiran Islam utamanya memberikan kesejukan, ketentraman, kebahagiaan dan kedamaian di hati objek da'wahnya. Oleh karena itulah dalam berda'wah, Islam menganjurkan untuk memberikan kabar gembira dan kebaikan bukan memberikan "ketakutan" dan "kecaman" pada objek da'wahnya. Demikianlah yg selalu dipesankan Nabi Saw terhadap para sahabat yg akan diutus dalam tugas menyampaikan dakwah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas.
2. Karena da'wah secara bahasa berarti ajakan dan undangan. Seorang da'i hakikatnya adalah seperti seseorang yg sedang mengundang orang lain untuk menikmati suatu hidangan, yang dengan hidangan tersebut orang yg diundang akan merasa senang. Hidangan ini adalah hidangan rohani (baca ; ruhiyah) yang apabila mereka bisa merasakannya, maka mereka akan merasa bahagia dalam kehidupannya. Itulah sebabnya, kita selalu melihat bagaimana da'wah Nabi Saw yang selalu mengedepankan kebaikan dan harapan akan kebahagian di masa mendatang. Tidak pernah Nabi Saw mencontohkan untuk bersikap menyalahkan dalam da'wah, terlebih dengan bahasa menjelekkan, menakut-nakuti, dsb. Da'wah beliau justru memberikan kesejukan dan kedamaian serta membuat para sahabat menjadi selalu rindu dan rindu terhadap untaian kata yang terlahir dari lisan beliau Saw. Kecuali terhadap orang yang dengan "jelas" menistakan agama Allah Swt. Maka Nabi Saw bersikap sangat tegas dan keras, seperti pengusiran beliau terhadap kaum Yahudi Bani Qunaiqa' dari Madinah, lantarakan mereka menghinakan seorang wanita muslimah, dengan menyingkap aurat muslimah ini ketika ia sedang berbelanja di pasar.
3. Tersirat dari hadits di atas juga sebuah makna tentang pentingnya sebuah organisaai da'wah terorganisir dan ter-manage dengan rapi, baik dan profesional, yang selalu concern memberikan bekal kepada para da'inya sebelum mengutus dan atau menerjunkan mereka dalam medan da'wah. Agar da'wah yang dilakukan para dainya tidak kontra produktif dengan substansi da'wah itu sendiri yaitu mengajak dan merangkul orang lain, bukan justru membuat mereka takut, antipati dan lari dari da'wah.
4. Sebuah untaian kata indah dari salafuna shaleh perihal da'wah yang semoga bisa menjadi inspirasi untuk kita semua, "Perbaikilah akhiratmu, kelak duniamu akan menjadi baik. Dan perbaikilah pula batinmu, kelak lahirmu pun akan menjadi baik." (Umar bin Abdul Azis). Subhanallah..
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
Rehad 157. Dan Dalam Perjalanan Pun Ada Anjuran Berbagi Kepada Orang Lain
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 06.24Rehad (Renungan Hadits) 157
Dan Dalam Perjalanan Pun Ada Anjuran Berbagi Kepada Orang Lain
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ فِي سَفَرٍ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ عَلَى رَاحِلَةٍ لَه،ُ قَالَ فَجَعَلَ يَصْرِفُ بَصَرَهُ يَمِينًا وَشِمَالًا، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ مَعَهُ فَضْلُ ظَهْرٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لَا ظَهْرَ لَهُ، وَمَنْ كَانَ لَهُ فَضْلٌ مِنْ زَادٍ فَلْيَعُدْ بِهِ عَلَى مَنْ لَا زَادَ لَهُ (رواه مسلم)
Dari Sa'id Al Khudri ra berkata, "Ketika kami dalam perjalanan bersama-sama dengan Nabi Saw, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dengan mengendarai kendaraannya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Maka Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa yang memiliki kelebihan tempat pada kendaraannya, maka hendaklah dia memberikannya (memberikan tumpangan) kepada orang yang tidak memiliki tempat (kendaraan). Dan barang siapa yang memiliki kelebihan perbekalan, maka hendaklah ia memberikannya kepada orang yang tidak memiliki perbekalan." (HR. Muslim, hadits no. 3258)
Hikmah Hadits ;
1. Bahwa diantara akhlak dan etika yang terpuji (akhlak karimah) di dalam Islam adalah "memberikan tumpangan" pada orang lain yang tidak memiliki kendaraan, khususnya yang memiliki tujuan dan atau memiliki arah yang sama dan sejalan. Karena dengan demikian berarti ia telah menolong dan membantunya dari kesulitan. Dalam hasits riwayat lainnya, Nabi Saw bersabda, "..Barang siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi segala kebutuhannya. Dan barang siapa yang membebaskan kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membebaskannya dari kesulitan pada hari kiamat.." (HR. Muslim, hadits no 4677)
2. Ada pengalaman pribadi penulis yang cukup unik, yaitu ketika penulis berada di kota Madinah Al-Munawarah, saat berada di pinggir jalan hendak mencari taksi ketika hendak berangkat ke Masjid Nabawi. Namun yang terjadi adalah, hampir setiap mobil pribadi yg melintas menawari kami tumpangan untuk ke Masjid Nabawi. Dan kami pun akhirnya turut menumpang salah satu mobil milik orang Madinah hingga sampai ke Masjid Nabawi. Tentu tidak lupa kami mengucapkan rasa terimakasih yg sebesar2nya kepadanya. Dan ia tampak begitu senang memberikan tumpangan kepada kami. Subhanallah, betapa indahnya suasana antara sesama muslim, ketika memandang sesama mislim lainnya sebagai saudara dan rela berbagi dengan senang hati.
3. Selain dianjurkan untuk berbagi kendaraan dan tumpangan, kita juga dianjurkan untuk berbagi perbekalan ketika dalam perjalanan, khususnya apabila kita memiliki kelebihan dalam perbekalan kita. Karena bisa jadi, orang lain yg bersama dengan kita dalam perjalanan tidak memiliki perbekalan yg cukup, atau tidak sempat membeli, atau bahkan tidak memiliki perbekalan makanan sama sekali, dan ia juga malu untuk meminta kepada kita, sehingga ia harus menahan lapar sepanjang perjalanannya. Jangan sampai pula, ia hanya mencium lezatnya aroma makanan kita, tanpa bisa menikmatinya sama sekali, padahal mungkin ia juga sedang kelaparan. Maka kita dianjurkan untuk menawarkan makanan atau minuman dalam perjalanan, kepada teman kanan atau kiri kita dalan perjalanan. Subhanallah... betapa indahnya akhlak dalam Dinul Islam. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang berakhlakul karimah dan dihindarkan dari sifat dan akhlak yang tercela
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
Rehad 156. Tiga Hal Yang Disukai Dan Tiga Hal Yang Dibenci Oleh Allah Swt
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 06.22Rehad (Renungan Hadits) 156
Tiga Hal Yang Disukai dan Tiga Hal Yang Dibenci Oleh Allah Allah Swt
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا، فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا، وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَال،َ وَكَثْرَةَ السُّؤَال،ِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya Allah menyukai tiga perkara dan membenci tiga perkara. Allah menyukai kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun; kalian berpegang teguh dengan agama-Nya dan tidak berpecah belah. Dan Allah membenci kalian dari mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta." (HR. Muslim, hadits no 3236)
Hikmah Hadits ;
1. Ada tiga hal atau tiga amalan yang apabila dilakukan oleh seseorang maka niscaya Allah Swt akan ridha dan mencintainya. Ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut ;
#A. Menyembah Allah Swt dan tidak menyekutukan Allah terhadap sesuatu apapun juga (tidak syirik). Yaitu senantiasa berusaha istiqamah dalam tauhidullah sepanjang hayat dgn merealisasikan ibadah serta menjauhi segala hal yang mengandung unsur kemusyrikan kepada Allah Swt.
#B. Berpegang teguh terhadap tali agama Allah Swt, yaitu berpegang teguh pada hukum dan aturan Allah Swt, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Al-Qur'an maupun juga disabdakan oleh Nabi Saw dalam sunnahnya. Dengan kata lain, berusaha untuj melaksanakan segala yg diperintahkan Allah Swt dan meninggalkan segala yang diharamkan oleh Allah Swt.
#C. Tidak berpecah belah antara sesama umat Islam. Karena sesama orang2 yang beriman adalah bersaudara, maka harus menjadikan sesama muslim sebagai saudara bahkan seharusnya sesama muslim adalah ibarat satu tubuh, yang apabila salah satu bagian tubuh ada yg sakit, maka bagian tubuh lainnya akan merasakan sakit juga.
2. Selain menjelaskan tentang tiga hal yang dicintai dan diridhai Allah Swt, hadits di atas juga menggambarkan tentang tiga hal yang dibenci oleh Allah Swt, yang apabila seseorang melakukannya niscaya Allah Swt akan membencinya. Tiga hal tersebut adalah ;
#A. Qila wa qala, yaitu menyebar berita yang tidak jelas sumbernya, yaitu berita atau informasi atau apapun namanya, baik secara lisan maupun melalui media sosial. Terlebih di era sekarang ini, banyak diantara kita yang terjebak pada sharing berita atau informasi melalui media sosial sebelum jelas informasi atau sumbernya. Sehingga tidak jarang menimbulkan keresahan bahkan merusak ukhuwah Islamiyah.
#B. Terlalu banyak bertanya, yaitu terlalu banyak bertanya pada hal2 yang tidak perlu yang justru akan menimbulkan kesulitan. Adapun bertanya perihal ilmu pengetahuan, atau terhadap hal yang bermanfaat adalah boleh bahkan bisa jadi dianjurkan.
#C. Menyia-nyiakan harta, seperti boros dalam pengeluaran uang, atau mengeluarkan uang untuk hal2 yang tidak ada/ kurang manfaatnya. Termasuk juga di dalamnya terlalu mewah dalam membeli suatu barang tertentu, spt hp, kendaraan, jam tangan, pakaian, dsb. Krn harta sebaiknya dimanfaatkan utk hal2 yg mendatangkan maslahat, spt nafkah yg baik kpd keluarga dan juga digunakan utk zakat, infak dan shadaqah.
3. Mudah2an kita semua termasuk ke dalam golongan orang2 yang senantiasa mendapatkan cinta dan ridha dari Allah Swt serta terhindar dari segala bentuk kemurkaan dan kebencian Allah Swt. Amiiin Ya Rabbal Alamiin..
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
