Rehad 202. Dan Agar Setiap Laki-Laki dan Wanita Terhindar Dari Fitnah
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 22.43Rehad (Renungan Hadits) 202
Dan Agar Setiap Laki2 Dan Wanita Terhindar Dari Fitnah
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاء،ِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْو؟َ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْت (رواه مسلم)
Dari 'Uqbah bin 'Amir ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Janganlah kalian masuk ke dalam tempat-tempat wanita". Lalu seorang sahabat Anshar bertanya; 'Wahai, Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang Al-Hamwu, (saudara suami)?' Maka Rasulullah Saw bersabda, 'Al-Hamwu (saudara suami) adalah kematian.' (HR. Muslim hadits no. 4037)
Hikmah Hadits ;
1. Bahwa hukum asal antara laki2 dengan perempuan adalah haram, maka tidak boleh antara laki-laki dengan perempuan yg bukan mahramnya untuk saling bersentuhan, berjabat tangan, berduaan, dsb. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Nabi Saw tidak pernah menyentuh tangan wanita yang bukan muhrimnya seumur hidup beliau. (HR. Muslim). Bahkan ada juga riwayat yg menyebutkan bahwa kepala seseorang ditusuk dengan paku besi adalah lebih baik baginya daripada menyentuh tangan wanita yg bukan muhrimnya.
2. Maka oleh karenanya, Nabi Saw melarang setiap laki2 muslim masuk ke tempat2 wanita yg bukan mahramnya. Dalam riwayat lainnya disebutkan, bahwa Nabi Saw bersabda "Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersamanya ada muhramnya. (HR. Muslim, no 2391). Karena jika seorang laki2 berduaan dengan seorang wanita, maka keduanya tidak akan bisa menahan 'hasrat' yg terdapat dalam hatinya. Sebab diciptakannya laki2 dan perempuan, keduanya sama2 memiliki fitrah saling menyukai dan mencintai. Dan keduanya lemah untuk menahan diri bila berada dalam tempat yg tersembunyi.
3. Ada sahabat yg kemudian bertanya kepada Nabi Saw tentang al-hamwu (saudara laki2 suami/ipar), yg terkadang menurut kebiasaan ikut tinggal bersama saudaranya. Dan ia sangat leluasa sekali keluar masuk rumah suadaranya, sementara istri saudaranya tentu selalu ada di rumah? Maka Nabi Saw bersabda, bahwa saudara suami/ipar adalah "kematian". Artinya larangan bagi saudara ipar masuk ke tempat istri saudaranya sangat ditekankan. Karena tingkat "bahayanya" lebih besar; ia bisa keluar masuk rumah saudaranya sekehendak hatinya tanpa ada orang lain yg curiga. Berbeda jika orang lain, yg tentu membuat banyak orang curiga. Maka oleh karenanya penekanan dilarangnya saudara ipar masuk ke rumah istri dari saudaranya lebih kuat, yg bahkam diibaratkan seperti "kematian". Sebab, jika syaitan menjerumuskannya, maka semuanya bisa hancur berantakan, ibarat kematian yg memusnahkan segala asa kehidupan. Suami istri bisa bercerai, antara saudara kandung bisa bertikai dan antara keluarga besar bisa saling bantai. Na'udzubillahi min dzalik.
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
Rehad 201. Ketika Non Islam Mengucapkan Salam
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 17.28Rehad (Renungan Hadits) 201
Ketika Non Islam Mengucapkan Salam
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اسْتَأْذَنَ رَهْطٌ مِنْ الْيَهُودِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا السَّامُ عَلَيْكُم،ْ فَقَالَتْ عَائِشَةُ بَلْ عَلَيْكُمْ السَّامُ وَاللَّعْنَة،ُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّه،ِ قَالَتْ أَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا؟ قَالَ قَدْ قُلْتُ وَعَلَيْكُمْ (رواه مسلم)
Dari 'Aisyah ra berkata, "Sekelompok orang-orang Yahudi minta izin untuk bertemu Nabi Saw, lalu mereka mengucapkan: Assaamu 'alaikum (kematian bagimu)." 'Aisyah menjawab; 'Bal 'alaikumus saam wal la'nah.' (Justru bagi kalian kematian dan laknat)". Maka Rasulullah Saw bersabda, Wahai 'Aisyah, sesungguhnya Allah Swt mencintai, kelemahlembutan dalam segala urusan.' Lalu 'Aisyah berkata, 'Tidakkah Anda mendengar ucapan mereka? ' Jawab beliau: 'Ya, aku mendengarnya, dan aku telah menjawab; wa'alaikum.' (HR. Muslim, hadits no 4027)
Hikmah Hadits ;
1. Kedengkian orang-orang kafir, khususnya orang-orang Yahudi terhadap Nabi Saw, sehingga dalam mengucapkan salam kepada beliau pun mereka "memplesetkannya" dari ucapan "assalamualaikum" (semoga Allah memberikan keselamatan bagimu) menjadi "assaamualaikum" (kematian bagimu). Ungkapan ini adalah bentuk kebencian mereka terhadap Nabi Saw dan menginginkan keburukan menimpa beliau.
2. Bahwa tidak selalu setiap keburukan harus dibalas dengan keburukan juga. Terbukti bahwa Nabi Saw 'menegur' Aisyah ra yg marah dengan ucapan salam orang Yahudi kepada beliau. Lalu Aisyah ra membalasnya dengan "bal alaikumussaamu wal la'nah" (justru bagi kalian kematian dan laknat). Dan kemudian Nabi Saw menasehatinya, 'Wahai 'Aisyah, sesungguhnya Allah itu mencintai kelemahlembutan dalam segala urusan.' Artinya bahwa seyogianya kita juga tetap berusaha berlaku baik dan bijak, meskipun terhadap orang yang berlaku buruk sekalipun terhadap kita.
3. Dalam hal ada orang kafir yang kemudian mengucapkan salam kepada kita, maka anjurannya adalah tetap dijawab salamnya, namun dengan jawaban "wa alaikum" (saja). Hal ini sebagaimana hadits di atas dan juga hadits lainnya sebagai berikut, dari Anas bahwa Para sahabat Nabi Saw bertanya kepada beliau, 'Sesungguhnya oranf-orang Ahli Kitab memberi salam kepada kami, bagaimana kami menjawabnya? ' Jawab beliau, jawablah dengan Wa'alaikum' (saja).' (HR. Muslim, hadits no 4025).
4. Bahwa salam adalah doa, cita-cita dan harapan, agar Allah Swt memberikan keselamatan, rahmat dan keberkahan tethadap orang yg kita tujukan salam kepadanya. Karena doa adalah termasuk bagian dari aqidah dan ibadah. Maka oleh karenanya hanya boleh ditujukan dan atau dijawab antara saudara sesama muslim saja. Bahkan dalam riwayat lainnya, ternyata salam adalah jalan untuk mempererat ukhuwah, memperkokoh iman dan mengantarkan menuju jannah. Nabi Saw bersabda, "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi? (Yaitu) Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim, hadits no 81).
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
Rehad 200. Ada Hak Yang Wajib Ditunaikan Terhadap Sesama Muslim
0 komentar Diposting oleh Rikza Maulan, Lc., M.Ag di 17.27Rehad (Renungan Hadits) 200
Ada Hak Yang Wajib Ditunaikan Terhadap Sesama Muslim
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam." Lalu beliau ditanya; 'Apa saja yang enam perkara itu, wagai Rasulullah? ' Beliau bersabda, (1) Bila bertemu dengannya, ucapkankanlah salam. (2) Bila mengundangmu, penuhilah undangannya. (3) Bila meminta nasihat, berilah dia nasihat. (4) Bila bersin lalu dia membaca tahmid, maka doakanlah semoga dia mrndapatkan rahmat. (5) Bila dia sakit, kunjungilah dia. (6) Dan bila dia meninggal dunia, maka ikutlah mengantar jenazahnya ke kubur.' (HR. Muslim, hadits no 4023).
Hikmah Hadits ;
1. Bahwa ada ikatan yang kuat antara seorang muslim dengan muslim lainnya, karena sesama muslim terikat dengan tali persaudaraan yang dibangun atas dasar keimanan kepada Allah Swt semata.
Maka sebagai sesama saudara, ada hal yang harus sama-sama ditunaikan antara seorang muslim terhadap saudaranya, sebagaimana sabda Nabi Saw dalam hadits di atas, yaitu
#1. Mengucapkan salam. Karena salam adalah doa, yang bukan sekedar mendoakan saudaranya untuk kebaikan dunia namun lebih dari itu, menembus hingga pada kebaikan kehidupan akhirat. Karena setiap saudara akan berbahagia dengan kebahagiaan saudaranya.
#2. Memenuhi undangan. Karena bagi seorang saudara, undangan adalah harapan mendapatkan doa, ridha dan keberkahan. Kehadirannya bukan sekedar kehadiran fisik, terlebih hanya berharap "amplop", namun lebih dari itu, setiap kehadiran adalah luapan kehangatan dalam ukhuwah, buncahan kebaikan doa dan samudra kebahagiaan dalam berkah.
#3. Memberi nasihat. Karena nasehat adalah bekalan untuk menapaki jalan kehidupan yang penuh dengan berbagai cobaan. Dengan nasehat, insya Allah akan mengukuhkan langkah, memantapkan hati dan menentramkan jiwa. Dan bukti ukhuwah yg sesungguhnya adalah saling memberi nasehat.
#4. Mendoakannya ketika bersin, khususnya ketika saudara kita mengucapkan doa 'alhamdulillah' usai bersinnya. Maka kita dianjurkan mendoakannya dgn doa lainnya, yaitu 'yarhamulallah' (semoga Allah memberikan rahmat kepadamu). Lalu ia pun dianjurkan mendoakan kita kembali dengan doa 'yahdikumullah' (semoga Allah memberikan hidayah kepadamu). Betapa indahnya ukhuwah, karena dengan bersin saja membawa manfaat kebaikan liar biasa antara seorang saudara thd saudaranya.
#5. Membesuknya ketika sakit, khususnya ketika saudara kita harus terbaring beristirahat di rumahnya atau di RS. Karena doa kita ketika membesuknya akan menentramkan jiwa dan sanubarinya, dan memberikan harapan dalam musibahnya. Dan sudah barang tentu kehadiran kita dalam dukanya, akan membahagiakan hati dan perasaannya.
#6. Mengantarkan jenazahnya ketika meninggal dunia. Inilah kewajiban terakhir kita terhadap saudara sesama muslim. Sebagai penghormatan terakhir sekaligus doa dalam rangakaian penyempurna ukhuwah yg terjalin selama ini. Karena setiap langkah teriring doa, insya Allah akan meringankannya di alam kuburnya serta menjadi sarana untuk memudahkannya melangkah menuju keridhaan-Nya.
2. Semoga Allah Swt senantiasa mempererat tali ukhuwah diantara kita, hingga kelak kita semua 'dipanggil' dalam keharibaan-Nya...
Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag
Label: Rehad
