Rehad 201. Ketika Non Islam Mengucapkan Salam

Rehad (Renungan Hadits) 201
Ketika Non Islam Mengucapkan Salam

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ اسْتَأْذَنَ رَهْطٌ مِنْ الْيَهُودِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا السَّامُ عَلَيْكُم،ْ فَقَالَتْ عَائِشَةُ بَلْ عَلَيْكُمْ السَّامُ وَاللَّعْنَة،ُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّه،ِ قَالَتْ أَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا؟ قَالَ قَدْ قُلْتُ وَعَلَيْكُمْ (رواه مسلم)
Dari 'Aisyah ra berkata, "Sekelompok orang-orang Yahudi minta izin untuk bertemu Nabi Saw, lalu mereka mengucapkan: Assaamu 'alaikum (kematian bagimu)." 'Aisyah menjawab; 'Bal 'alaikumus saam wal la'nah.' (Justru bagi kalian kematian dan laknat)". Maka Rasulullah Saw bersabda, Wahai 'Aisyah, sesungguhnya Allah Swt mencintai, kelemahlembutan dalam segala urusan.' Lalu 'Aisyah berkata, 'Tidakkah Anda mendengar ucapan mereka? ' Jawab beliau: 'Ya, aku mendengarnya, dan aku telah menjawab; wa'alaikum.' (HR. Muslim, hadits no 4027)

Hikmah Hadits ;
1. Kedengkian orang-orang kafir, khususnya orang-orang Yahudi terhadap Nabi Saw, sehingga dalam mengucapkan salam kepada beliau pun mereka "memplesetkannya" dari ucapan "assalamualaikum" (semoga Allah memberikan keselamatan bagimu) menjadi "assaamualaikum" (kematian bagimu). Ungkapan ini adalah bentuk kebencian mereka terhadap Nabi Saw dan menginginkan keburukan menimpa beliau.
2. Bahwa tidak selalu setiap keburukan harus dibalas dengan keburukan juga. Terbukti bahwa Nabi Saw 'menegur' Aisyah ra yg marah dengan ucapan salam orang Yahudi kepada beliau. Lalu Aisyah ra membalasnya dengan "bal alaikumussaamu wal la'nah" (justru bagi kalian kematian dan laknat). Dan kemudian Nabi Saw menasehatinya, 'Wahai 'Aisyah, sesungguhnya Allah itu mencintai kelemahlembutan dalam segala urusan.' Artinya bahwa seyogianya kita juga tetap berusaha berlaku baik dan bijak, meskipun terhadap orang yang berlaku buruk sekalipun terhadap kita.
3. Dalam hal ada orang kafir yang kemudian mengucapkan salam kepada kita, maka anjurannya adalah tetap dijawab salamnya, namun dengan jawaban "wa alaikum" (saja). Hal ini sebagaimana hadits di atas dan juga hadits lainnya sebagai berikut, dari Anas bahwa Para sahabat Nabi Saw bertanya kepada beliau, 'Sesungguhnya oranf-orang Ahli Kitab memberi salam kepada kami, bagaimana kami menjawabnya? ' Jawab beliau, jawablah dengan Wa'alaikum' (saja).' (HR. Muslim, hadits no 4025).
4. Bahwa salam adalah doa, cita-cita dan harapan, agar Allah Swt memberikan keselamatan, rahmat dan keberkahan tethadap orang yg kita tujukan salam kepadanya. Karena doa adalah termasuk bagian dari aqidah dan ibadah. Maka oleh karenanya hanya boleh ditujukan dan atau dijawab antara saudara sesama muslim saja. Bahkan dalam riwayat lainnya, ternyata salam adalah jalan untuk mempererat ukhuwah, memperkokoh iman dan mengantarkan menuju jannah. Nabi Saw bersabda, "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi? (Yaitu) Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim, hadits no 81).

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

Rehad (Renungan Hadits) 200
Ada Hak Yang Wajib Ditunaikan Terhadap Sesama Muslim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ   (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam." Lalu beliau ditanya; 'Apa saja yang enam perkara itu, wagai Rasulullah? ' Beliau bersabda, (1) Bila bertemu dengannya, ucapkankanlah salam. (2) Bila mengundangmu, penuhilah undangannya. (3) Bila meminta nasihat, berilah dia nasihat. (4) Bila bersin lalu dia membaca tahmid, maka doakanlah semoga dia mrndapatkan rahmat. (5) Bila dia sakit, kunjungilah dia. (6) Dan bila dia meninggal dunia, maka ikutlah mengantar jenazahnya ke kubur.' (HR. Muslim, hadits no 4023).

Hikmah Hadits ;
1. Bahwa ada ikatan yang kuat antara seorang muslim dengan muslim lainnya, karena sesama muslim terikat dengan tali persaudaraan yang dibangun atas dasar keimanan kepada Allah Swt semata.
Maka sebagai sesama saudara, ada hal yang harus sama-sama ditunaikan antara seorang muslim terhadap saudaranya, sebagaimana sabda Nabi Saw dalam hadits di atas, yaitu
#1. Mengucapkan salam. Karena salam adalah doa, yang bukan sekedar mendoakan saudaranya untuk kebaikan dunia namun lebih dari itu, menembus hingga pada kebaikan kehidupan akhirat. Karena setiap saudara akan berbahagia dengan kebahagiaan saudaranya.
#2. Memenuhi undangan. Karena bagi seorang saudara, undangan adalah harapan mendapatkan doa, ridha dan keberkahan. Kehadirannya bukan sekedar kehadiran fisik, terlebih hanya berharap "amplop", namun lebih dari itu, setiap kehadiran adalah luapan kehangatan dalam ukhuwah, buncahan kebaikan doa dan samudra kebahagiaan dalam berkah.
#3. Memberi nasihat. Karena nasehat adalah bekalan untuk menapaki jalan kehidupan yang penuh dengan berbagai cobaan. Dengan nasehat, insya Allah akan mengukuhkan langkah, memantapkan hati dan menentramkan jiwa. Dan bukti ukhuwah yg sesungguhnya adalah saling memberi nasehat.
#4. Mendoakannya ketika bersin, khususnya ketika saudara kita mengucapkan doa 'alhamdulillah' usai bersinnya. Maka kita dianjurkan mendoakannya dgn doa lainnya, yaitu 'yarhamulallah' (semoga Allah memberikan rahmat kepadamu). Lalu ia pun dianjurkan mendoakan kita kembali dengan doa 'yahdikumullah' (semoga Allah memberikan hidayah kepadamu). Betapa indahnya ukhuwah, karena dengan bersin saja membawa manfaat kebaikan liar biasa antara seorang saudara thd saudaranya.
#5. Membesuknya ketika sakit, khususnya ketika saudara kita harus terbaring beristirahat di rumahnya atau di RS. Karena doa kita ketika membesuknya akan menentramkan jiwa dan sanubarinya, dan memberikan harapan dalam musibahnya. Dan sudah barang tentu kehadiran kita dalam dukanya, akan membahagiakan hati dan perasaannya.
#6. Mengantarkan jenazahnya ketika meninggal dunia. Inilah kewajiban terakhir kita terhadap saudara sesama muslim. Sebagai penghormatan terakhir sekaligus doa dalam rangakaian penyempurna ukhuwah yg terjalin selama ini. Karena setiap langkah teriring doa, insya Allah akan meringankannya di alam kuburnya serta menjadi sarana untuk memudahkannya melangkah menuju keridhaan-Nya.
2. Semoga Allah Swt senantiasa mempererat tali ukhuwah diantara kita, hingga kelak kita semua 'dipanggil' dalam keharibaan-Nya...

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

Rehad (Renungan Hadits) 199
Dua Calon Penghuni Neraka Yang Akan Mewarnai Dunia Di Suatu Masa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah ra berkata; Rasulullah Saw bersabda, "Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat. (Yaitu) 1. Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya untuk memukul manusia. 2 Wanita-wanita yang berpakaian, tetapi bertelanjang (terlalu minim, terlalu tipis, transparan, terlalu ketat, atau pakaian yang menggoda pria karena sebagian auratnya terbuka), berjalan dengan berlenggok-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (dihias) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari begini dan begini." (HR. Muslim, hadits no 3971)

Hikmah Hadits ;
1. Gambaran Nabi Saw tentang dua golongan manusia yang akan mewarnai zamannya pada suatu masa mendatang yang keduanya tidak pernah terjadi di zaman Nabi Saw. Kedua golongan tsb adalah ;
#1. Maraknya 'kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya untuk memukul manusia'. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan sabda Nabi Saw tsb adalah kiasan pada marak dan banyaknya aparat penegak hukum yang memiliki kuasa (diibaratkan memiliki cambuk spt ekor sapi), berlaku dzalim dan sewenang2 terhadap rakyatnya ; yang salah dianggap benar dan dibela mati-matian, sementara orang-orang baik, benar, shaleh dan jujur dianggap salah serta didzalimi sedemikian rupa. Dalam riwayat lainnya juga disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Bila usiamu panjang, kamu akan melihat suatu kaum di tangan mereka menggenggam (cambuk) seperti ekor sapi, pagi harinya mereka berada dalam kemarahan Allah dan di sore harinya mereka berada dalam kemurkaan Allah." (HR. Muslim, hadits no 5099). Aparat penegak hukum yang dzalim seperti itu akan banyak dan marak di masa tersebut, dan setiap hari  mereka berada dalam kebencian dan kemurkaan Allah Swt karena kedzaliman dan kesewnang-wenangannya terhadap manusia.
#2. Maraknya kaum wanita yg suka menggoda; diibaratkan seolah mereka berpakaian namun pada hakekatnya mereka telanjang; berpakaian namun membuka auratnya (mini, ketat, transparan, genit, memiliki model rambut yg menggoda, suka merayu dan senang dirayu). Sehingga zina marak dan merebak dimana2 pada masa tersebut. Dalam riwayat lainnya juga disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Diantara tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu, merajalelanya kebodohan, banyaknya orang yang meminum minuman keras, dan zina dilakukan dengan terang-terangan." (HR. Muslim hadits no 4824).
3. Kondisi yg disabdakan Nabi Saw dalam hadits di atas, rasanya memiliki banyak kesamaan dengan kondisi yang terjadi di zaman sekarang ini; maraknya penegak hukum yang berlaku dzalim dan sewenang- wenang (mereka berada dalam murka Allah Swt) dan banyaknya wanita berpenampilan menggoda serta menebar zina (mereka tdk akan pernah mencium baunya surga). Maka, terhadap hal tersebut hendaknya setiap muslim berupaya untuk senantiasa istiqamah di jalan Allah Swt dengan berusaha berpegang teguh thd ajaran agama Islam. Sering mendatangi majelis2 ilmu, menghadiri pengajian, mendengar nasehat ulama, membaca dan mengamalkan Al-Qur'an dan selalu beroda memohon keselamatan dari Allah Swt. Mudah2an Allah Swt selamatkan kita dan seluruh keluarga kita dari segala macam bentuk fitnah, dan kita dimasukkan ke dalam golongan orang2 yg selalu istiqamah di jalan-Nya... Amiiin Ya Rabbal Alamiin.

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

;;