Rehad 052. Hidayah Adalah Milik Allah Swt

Rehad (Renungan Hadits) 52
Hidayah Adalah Milik Allah Swt

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَمِّهِ عِنْدَ الْمَوْت،ِ قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَة،ِ فَأَبَى فَأَنْزَلَ اللَّهُ { إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ } الْآيَةَ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah ra berkata, "Rasulullah Saw bersabda kepada pamannya menjelang hari wafatnya, 'Pamanku, ucapkanlah, 'La ilaha illallah' (tiada tuhan selain Allah), agar aku bisa bersaksi untukmu dengan kalimat tersebut pada hari kiamat kelak." Namun pamannya menolaknya. Maka Allah Swt menurunkan firman-Nya, '(Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, akan tetapi Allah lah yang memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendakinya).' (QS. Al-Qashash: 56). (HR. Muslim, hadits no. 36)

Hikmah Hadits ;
1. Kecintaan Nabi Saw yang teramat sangat terhadap pamannya, yaitu Abu Thalib. Karena memang Abu Thalib lah yang merawat Nabi Saw sejak kecil sepeninggal orang tua dan kakek beliau. Kasih sayang Abu Thalib kepada Nabi Saw sangatlah besar, bahkan Nabi Saw lah yang sering didudukkan di pangkuan Abu Thalib di sisi Ka'bah, yang bahkan tak seorang pun dari anak kandungnya yang diperlakukan seperti itu. Abu Thalib juga lah yang selalu melindungi Nabi Saw dari tipu daya dan amarah kafir Qurays yang berusaha menyakiti Nabi Saw. Dan masih banyak lagi curahan kasih sayang Abu Thalib yang dilimpahkan kepada keponakannya tersebut, Nabi Muhammad Saw. Maka tak heran, jika Nabi Saw sangat menyayangi paman kandungnya tersebut, melebihi rasa sayang beliau kepada orang lain.
2. Namun ternyata, betapapun cinta dan kasih sayang beliau kepada pamannya yang sangat tinggi, dan betapapun istijabahnya (mudah dikabulkannya) doa beliau kepada Allah Swt, namun hidayah adalah hak mutlak Allah Swt. Hingga kendatipun beliau di sisi pamannya menjelang hari wafatnya, walau segenap curahan rasa sayang yang beliau limpahkan kepada pamannya menjelang hembusan nafas terakhirnya, dan walaupun bahasa terindah, cara tersantun, serta ungkapan hati yang paling mendalam yang beliau sampaikan kepada pamannya, agar sang paman mau mengucapkan kalimat La Ilaha Illallah. Namun sekali lagi, hidayah adalah milik Allah Swt. Sang paman, tidak mau mengucapkan kalimat tersebut, hingga detik dan hembusan nafas terakhir mengiringinya.
3. Maka, sudah sepatutnya kita bersyukur atas nikmat hidayah yang Allah berikan kepada kita, kepada kerabat dan keluarga kita. Inilah nikmat terindah dalam kehidupan seseorang. Karena, kendatipun dunia ada dalam genggaman, walaupun kekuasaan ada dalam jangkauan, namun itu semua belum tentu dapat mengantarkan kita pada hidayah Allah Swt... Ya Allah, berilah kami indahnya hidayah-Mu, langgengkanlah hidayah tersebut dalam hati sanubari kami, berikanlah pula sejuknya hidayah-Mu pada orang2 yang kami sayangi dan kami kasihi, agat kami semua senantiasa bahagia dalam curahan rahmat dan hidayah-Mu... Amiiin Ya Rabbal Alamiin

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

0 Comments:

Post a Comment