Rehad 058. Konsekwensi Lain Dari Iman

Rehad (Renungan Hadits) 58
Konsekwensi Lain Dari Iman

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَه،ُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau hendaklah ia diam. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya." (HR. Muslim, hadits no. 67)

Hikmah Hadits ;
1. Iman akan melahirkan buah yang akan menjadi penghias setiap orang yang memilikinya. Dan diantara buah keimanan sebagaimana digambarkan dalam hadits di atas adalah;
#1. Bertutur kata yang baik yang menentramkan dan membuat tenang orang lain. Bukan perkataan yang membuat orang lain gelisah, tidak nyaman, atau bahkan menimbulkan permusuhan. Jikapun tidak bisa bertutur kata yang baik, maka diam atau tidak berkomentar adalah lebih baik baginya.
#2. Memuliakan tetangganya, yaitu dengan berbuat ihsan kepada mereka, menyayangi dan menghormati mereka, membantu keperluan dan kebutuhan mereka, serta tidak menyakiti hati dan perasaan mereka.
#3. Memuliakan tamunya, yaitu dengan menerima tamu dengan baik, memperlakukan mereka dengan baik dan juga memberikan hak2 tamu sebagaimana diajarkan dalam ajaran agama Islam.
2. Ketiga hal di atas merupakan buah sekaligus konsekwensi yang terlahir dari keimanan. Mafhum mukhalafah (logika terbalik) dari hadits di atas adalah, bahwa orang yang tidak bertutur kata yang baik, orang yang tidak memuliakam tetangga dan tamunya dengan baik, seolah adalah orang- orang yang tidak mempunyai iman atau orang yang tidak sempurna imannya. na'udzubillahi min dzalik. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang2 yang memiliki dasar iman yang kokoh, yang terpatri dan mengakar di dalam hati, serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Wallahu A'lam bis Shawab
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

0 Comments:

Post a Comment