Rehad 103. Hakekat Orang Yang Meminta-Minta

Rehad (Renungan Hadits) 103
Hakekat Orang Yang Meminta-Minta

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الْمِسْكِينُ بِهَذَا الطَّوَّافِ الَّذِي يَطُوفُ عَلَى النَّاسِ فَتَرُدُّهُ اللُّقْمَةُ وَاللُّقْمَتَانِ وَالتَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ، قَالُوا فَمَا الْمِسْكِينُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ الَّذِي لَا يَجِدُ غِنًى يُغْنِيهِ وَلَا يُفْطَنُ لَهُ فَيُتَصَدَّقَ عَلَيْهِ وَلَا يَسْأَلُ النَّاسَ شَيْئًا (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, Bukanlah orang miskin itu orang yang berkeliling meminta-minta kepada manusia, lalu ia diberi sesuap atau dua suap makanan, atau sebutir dua butir kurma." Para sahabat bertanya, "Jika demikian, seperti apakah orang yang miskin itu?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya orang miskin itu adalah mereka yang tidak memiliki apa-apa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun keadaannya tidak diketahui orang lain, agar orang bersedekah padanya, serta ia tidak pula meminta-minta ke sana ke mari." (HR. Muslim, hadits no. 1722)

Hikmah Hadits ;
1. Akhlak dan etika yang baik, yang diajarkan oleh Nabi Saw kepada umatnya agar mereka tidak meminta-minta kepada orang lain, demi mengharap belas kasihan mendapatkan sesuap dua suap makanan atau mengaharapkan pemberian. Karena sesungguhnya meminta-minta, bukanlah merupakan sifat yang terpuji, dan oleh karenanya hendaknya dihindari, sebisa mungkin.
2. Bahwa orang yang suka meminta-minta, berkeliling mengharapkan pemberian orang lain, pada hakekatnya mereka bukanlah orang yang benar-benar miskin. Karena bisa jadi sikap mentalnya lah yang membuatnya suka meminta, dan hilang kemandiriannya dalam mencari ma'isyah (nafkah kebutuhan hidup), padahal bisa jadi kehidupannya tidak benar2 miskin. Adapun orang miskin adalah orang yang tidak memiliki apapun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tiada satupun yang dapat menafkahinya namun mereka "malu" untuk meminta atau menerima pemberian orang lain. Kepada mereka yang seperti inilah seharusnya pemberian seperti infak sedekah disalurkan. Meskipun di sisi lainnya, kita juga tidak boleh membentak atau menghardik orang yang datang dan meminta sesuatu kepada kita, karena membentak dan menghardik juga bukan sifat yang terpuji. Jika ingin memberi, berilah dengan baik namun jika akan menolaknya, maka tolaklah juga dengan bahasa dan ungkapan yang baik pula, sebagaimana firman Allah Swt, "Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya." (QS. 93 : 10)
3. Pentingnya peran Lembaga Amil Zakat, yang amanah dan profesional dalam menyalurkan zakat infak shadaqah masyarakat, agar disalurkan kepada yang benar2 berhak menerimanya, yaitu kepada orang2 yang benar miskin namun mereka malu untuk meminta-minta. Semoga Allah Swt menjadikan kita semua sebagai orang2 yang dihiasi dengan sifat, akhlak dan etika yang baik, serta diberikan keberkahan dalam harta dan rizki kita.. Amiiin Ya Rabbal Alamiin.

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag.

0 Comments:

Post a Comment