Rehad 108. Seimbang Dalam Menjalankan Ibadah

Rehad (Renungan Hadits) 108
Seimbang Dalam Menjalankan Ibadah

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَقُومُ اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَار؟َ قُلْتُ إِنِّي أَفْعَلُ ذَلِك،َ قَالَ فَإِنَّكَ إِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ هَجَمَتْ عَيْنَاكَ وَنَفِهَتْ نَفْسُك،َ لِعَيْنِكَ حَقٌّ، وَلِنَفْسِكَ حَقٌّ، وَلِأَهْلِكَ حَق،ٌّ قُمْ وَنَمْ وَصُمْ وَأَفْطِرْ (رواه مسلم)
Dari Abdullah bin Amru bin Ash ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda kepadaku, "Bukankah telah dikabarkan kepadaku, bahwa kamu itu selalu shalat sepanjang malam, dan selalu berpuasa sunnah sepanjang hari?" Aku menjawab, "Benar, wahai Rasulullah, aku telah melakukan hal tersebut." Kemudian beliau bersabda,  "Sungguh, jika kamu melakukan hal itu, maka kedua matamu akan binasa. Kedua matamu mempunyai hak atas dirimu, dan keluargamu juga mempunyai hak atas dirimu. Karena itu, hendaklah kamu bangun (shalat lail) dan tidurlah. Kemudian berpuasalah kamu dan juga berbukalah." (HR. Muslim, hadits no. 1968)

Hikmah Hadits ;
1. Keutamaan sahabat Nabi Saw yaitu Abdullah bin Amru bin Ash, yang sangat antusias dan semangat dalam menjalankan ibadah. Bahkan karena demikian semangatnya, sampai-sampai beliau selalu berpuasa sunnah setiap hari, hingga tiada hari yg beliau tidak berpuasa, dan selalu shalat malam sepanjang malam, hingga setiap malam beliau tidak tidur sepanjang malam.
2. Namun ternyata Nabi Saw justru menegur dan melarang beliau melakukan hal seperti itu. Karena selalu berpuasa setiap hari dan atau selalu shalat sepanjang malam hingga tidak pernah tidur, akan menimbulkan mudharat pada anggota tubuh seperti mata, badan dan anggota2 tubuh lainnya, serta juga bisa berakibat pada mengabaikan hak2 pada diri dan keluarga, seperti hak2 terhadap istri, dsb. Menimbulkan mudharat pada tubuh, dan melalaikan hak2 badan dan keluarga adalah termasuk perbuatan tercela, maka oleh karenanya Nabi Saw melarangnya.
3. Bahwa tujuan utama hidup di dunia ini adalah untuk ibadah kepada Allah Swt. Maka sudah sepatutnya segala hidup dan aktivitas kita, demikian juga segala amal dan obsesi kita, benar2 harus kita berikan sepenuhnya hanya untuk Allah Swt. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah, bahwa jangan pula karena alasan ibadah lantas kita mengabaikan hak2 tubuh dan hak2 keluarga kita. Karena menunaikan hak dan kewajiban dalam kehidupan juga merupakan ibadah kepada Allah Swt.
Mudah2an kita semua termasuk hamba-hamba Allah yang selalu ibadah kepada-Nya dan juga selalu menunaikan hak dan kewajiban lainnya... Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

0 Comments:

Post a Comment