Rehad (Renungan Hadits) 109
Dan Orang Yang Mengunjungi Baitullah Akan Mendapatkan Ampunan Dari Segala Dosa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَتَى هَذَا الْبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَمَا وَلَدَتْهُ أُمُّه (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Barang siapa yang mendatangi Baitullah ini (untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah) kemudian ia meninggalkan perbuatan dan perkataan kotor, serta meninggalkan perbuatan maksiat, maka dia akan kembali seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibu kandungnya sendiri (bersih dari segala dosa)." (HR. Muslim, hadits no. 2404)

Hikmah Hadits ;
1. Keutamaan Baitullah Ka'bah Al-Musyarrafah di tanah suci, yaitu bahwa siapa saja yang menyengaja berkunjung ke Ka'bah di tanah suci, dengan tujuan melaksanakan ibadah haji atau umrah dengan niat ikhlas semata-mata hanya karena Allah Swt, maka ia akan mendapatkan ampunan dari segala dosa dan kesalahannya, bahkan digambarkan bahwa ia akan menjadi sama seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibu kandungnya sendiri; bersih tanpa satu dosa dan satu nodapun. Sungguh betapa keutamaan dan anugerah yang sangat besar. Karena siapakah yang tidak ingin mendapatkan ampunan dari segala dosa dan khilafnya?
2. Namun ampunan dari segala dosa dan kesalahan tersebut baru akan didapatkannya, apabila selama menjalani ibadah haji atau umrahnya tersebut, ia benar-benar meninggalkan rafats dan fusuq:
#1. Rafats adalah perbuatan melakukan hubungan antara suami dan istri, serta segala hal yang mengarah perbuatan tersebut, baik berupa perkataan maupun perbuatan, atau bahkan termasuk juga angan-angan. Maka tidak diperkenankan selama berhaji atau umrah membicarakan perkataan atau becandaan yang kotor yang mengarah pada hubungan suami istri, termasuk perbuatan yang jelas2 mengarah pada hal tersebut, seperti mencium, memeluk, melihat aurat, mam dst.
#2. Adapun fusuq adalah segala bentuk perbuatan atau perkataan yang mengandung unsur maksiat kepada Allah Swt baik maksiat kecil, maupun maksiat yang besar. Maka tidak boleh misalnya selama ihram, makan minum dengan tangan kiri, membuka aurat, ikhtilat laki2 dengan perempuan, merokok, berdusta, menipu, marah2, mengambil barang yang bukan menjadi hak dan miliknya, dsb.
3. Maka jika kita melaksanakan ibadah haji atau umrah, dan meninggalkan segala perbuatan & perkataan terlarang seperti fusuq dan rafats, maka insya Allah segala dosa kita akan diampuni oleh Allah Swt, hingga seolah seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibu kandungnya sendiri. Mudah2an kita semua senantiasa dianugerahi Allah Swt untuk senantiasa berkunjung dan selalu berkunjung ke Baitullah, serta mendapatkan kemuliaan berupa ampunan dari segala dosa dan khilaf kita... Amiin Ya Rabbal Alamiiin.

Wallahu A'lam
By. Rikza Maulan, Lc, M.Ag

0 Comments:

Post a Comment